November 13, 2016
November 11, 2016
PEKAN HARMONI DAN BUDAYA DALAM RANGKA HUT KOTA SUNGAI PENUH KE 8
SEPEDA - KARLS DRAIS VON SAUERBRONN
Baron Karls Drais von Sauerbronn atau Karl Drais lahir pada tanggal 29 April 1785 di Karlsruhe, Jerman, dia adalah seorang penemu Jerman dan menemukan Laufmaschine juga kemudian disebut sepeda beroda tiga, atau draisienne. Ini kemudian dimasukkan sebagai prinsip roda dua yang kemudian menjadi dasar untuk sepeda dan sepeda motor dan merupakan awal dari transportasi pribadi mekanik. Drais juga menemukan mesin ketik awal dengan keyboard pada tahun 1821. Dari 1803-1805, Drais belajar arsitektur, pertanian dan fisika di University of Heidelberg.Ia bergabung sebagai pejabat kehutanan, bekerja sebagai guru di lembaga kehutanan pribadi milik pamannya, dan pada tahun 1810 menerima gelar kepala rimbawan, tetapi posisinya belum ditentukan. Satu tahun kemudian ia diskors dari dinasnya, tapi terus menerima gaji sehingga dia bisa mencurahkan lebih banyak waktu untuk penemuannya.
Drais berhasil melakukan terobosan penting,yang ternyata merupakan peletak dasar perkembangan sepeda selanjutnya. Oleh Von Drais, Hobby Horse dimodifikasi hingga akhirnya mempunyai mekanisme kemudi pada bagian roda depan. bentuknya sepeda beroda tiga, bentuk awal dari sepeda, namun tanpa pedal. Perjalanannya yang pertama dilaporkan, dari Mannheim ke Schwetzinger Relaishaus berlangsung pada tanggal 12 Juni 1817. Pada tahun yang sama, dia melakukan perjalanan kedua, dari Gernsbach ke Baden, dan lain-lain. Dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki, Von Drais mampu meluncur lebih cepat saat berkeliling. Dia sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama Draisienne. Beritanya sendiri dimuat di koran lokal Jerman pada 1817. Pada 1839, Kirkpatrick Macmillan menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dan ban depan Draisienne.
Sepeda Draisienne ini tak bertahan lama, karena setelah itu, mulai muncul jenis-jenis sepeda baru yang lebih effisien bahkan beberapa di antaranya ada yang sudah menggunakan pedal, walaupun pedal tersebut masih belum sempurna seperti sepeda jaman sekarang). Walau begitu, sepeda buatan Baron von Drais ini tetap harus diacungi jempol, karena sudah mampu menjadi tonggak munculnya sepeda-sepeda modern di dunia.
Pada tanggal 12 Januari 1818, Drais dianugerahi sebuah penghormatan dengan gelar duke sebagai imbalan atas penemuannya. Baden tidak memiliki hak paten atas penemuannya pada waktu itu. Grand Duke Karl Drais kemudian juga ditunjuk sebagai Profesor Mekanika. Ini hanyalah sebuah gelar kehormatan, tidak berhubungan dengan universitas atau lembaga lain. Drais pensiun dari layanan sipil dan terus menerima gaji sebagai atas penemuannya.
Bencana mendekati Drais ketika sebuah pembunuhan dan pemenggalan terjadi atas Ludwig Sand, pada tahun 1820. Ayah Drais sebagai hakim tertinggi Baden, menolak meminta maaf, dan anaknya kemudian di kepung oleh mahasiswa mahasiswa di jerman. Oleh karena itu, 1822-1827, Drais kemudian pindah ke Brasil sebagai pengawas tanah di Fazenda milik Georg Heinrich von Langsdorff, namun kembali ke Mannheim.
sebab dari penemuannya adalah adanya anomali iklim 1816, Tahun tanpa musim panas di sebabkan karena letusan maha dahsyat Gunung Tambora di Indonesia menyebabkan transportasi di Eropa terganggu akibat kegagalan panen dan kelaparan kuda, dan inilah penyebab dari penemuan Drais 'dari sepeda beroda tiga tersebut.
Drais kemudian meninggal di kota kelahirannya, Karlsruhe pada tanggal 10 Desember 1851, tanpa uang sepeser pun setelah Prusia melakukan revolusi di Baden dan menyita uang pensiun drais sepenuhnya untuk membayar biaya revolusi.
November 10, 2016
STETOSKOP - RENE LAENNEC
Stetoskop adalah alat kedokteran yang hampir selalu bisa kita lihat jika kita memeriksakan diri ke dokter. Sejarah menunjukkan bahwa stetoskop telah dikembangkan sejak abad ke-17 di Perancis, yaitu oleh seorang Dokter Perancis bernama René Théophile Hyacinthe Laënnec pada tahun 1816. Namun demikian konsep analisa mealui suara detak jantung ternyata sudah dikenal sejak lama di literature Mesir.
Sejarah Medis dari Mesir dan Awal Abad 15
Mendiagnosa melalui suara dari tubuh manusia telah dilaporkan dalam literatur medis kuno. Hippocrates, Bapak Kedokteran, menganjurkan untuk mencari instrumen yang praktis untuk dunia kedokteran di tahun 350 SM. Hippocrates menggunakan metode untuk menggunakan telinga secara langsung ke dada dan menemukan bahwa hal itu berguna untuk mendeteksi akumulasi cairan yang ada di dalam dada. Pada abad 16, ahli bedah terkenal Ambroise Pare mencatat bahwa “jika ada materi lain di dalam dada, kita bisa mendengar suaranya dari botol yang diisi setengah”.
Perkembangan Awal Alat Stetoskop
Seperti yang telah disebutkan di atas, stetoskop ditemukan pada tahun 1816 ketika seorang dokter Prancis muda bernama Rene Theophile Hyacinthe Laennec sedang memeriksa seorang pasien perempuan muda. Laennec malu untuk menempatkan telinganya di dada, yang merupakan metode auskultasi yang digunakan oleh dokter pada saat itu. Dia teringat sebuah trik yang ia pelajari sebagai pada saat dia masih anak-anak yang bermain suara melalui suatu padatan, kemudian ia menggulung 24 lembar kertas, ditempatkan satu ujung ke telinga dan ujung lainnya ke dada wanita itu. Ia senang menemukan bahwa dari kerucut kertas itu ia bisa mendengar suara dengan keras dan jelas. Itulah kali pertama yang tercatat dalam dokumentasi naskah auskultasi menggunakan stetoskop (Mediate Auskultasi) di 8 Maret, 1817 ketika Laennec memeriksa Marie-Melanie Basset, yang berumur 40 tahun.
Laennec menyebut alatnya dengan sebutan “Le Cylindre,” yang kemudian berubah menjadi “Stetoskop”, yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘saya lihat’ dan ‘dada.’ Dia menciptakan sebuah stethoscope dari sepotong kayu (seperti pada gambar di atas). Salah satu ujung memiliki lubang untuk menempatkan di dekat telinga dan ujung lainnya berbentuk cekung. Laennec menerbitkan hal tersebut pada risalah klasik pada auskultasi di tahun 1819 di mana di sana ia membahas tentang stetoskop serta diilustrasikan desainnya. Edisi kedua diterbitkan pada tahun 1826, setelah Laennec meninggal akibat penyakit Tuberculosis. Stetoskop itu digambarkan memiliki panjang 12 inci dan 1,5 inci dengan diameter lubang 3/8 inci. Pada saat itu, Stetoskop bisa dibeli dengan harga 2 franc.
Dalam perkembangan selanjutnya, stetoskop sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu stetoskop Monaural dan Stetoskop Binaural.
FILM PENDEK PENDIDIKAN



















